photo IMG_8576_zpsvw7wkkiw.jpg

 photo P_20170721_132715_zpsl0aqzbhf.jpg

 photo IMG_8588_zpsdzruiqbc.jpg

 photo P_20170721_080017_zpszfdd7hjv.jpg

 photo P_20170810_164126_zpseanliqpt.jpg

 photo P_20170810_164308_zpsj2cod8aq.jpg

Kamis, 10 Agustus 2017

Mengola Daun Kelor dan Tanaman Talas menjadi jenis Makanan Baru



Sosialisasi pembuatan gambir 1000 hasiat dan nugget talas telah selesai dilaksanakan pada Rabu,  26 Juli 2017 di Desa Karang Leman Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan tepatnya di rumah Kepala Desa Bapak Hosen. Acara sosialisasi kali ini diadakan oleh Kelompok 44 KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura.

 Sosialisasi pembuatan gambir 1000 hasiat dan nugget talas sebagai Salah satu Program Kerja bagi ibu-ibu pkk untuk meningkatkan kualitas ekonomi serta pemanfaatan sumber daya alam bagi warga desa Karang Leman. Tanaman kelor mudah tumbuh diberbagai tempat tanpa pemeliharaan yang intensif. Tanaman kelor kaya dengan kandungan nutrisi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh, seluruh bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan, menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan manusia dan terutama sumber asupan gizi keluarga. Bahkan, kandungan kelor diketahui berkali lipat dibandingkan dengan bahan makanan yang mempunyai sumber nutrisi lainnya. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam kelor adalah vitamin A, C, E, K, B, B1, B2, B3, B6, Alanine, Alpha-Carotene, Arginine dll.
Tanaman kelor bermanfaat bagi kesehatan manusia, dapat menjaga kewehatan ginjal, mengobati rematik, mengobati penyakit jantung, anti diabetes. Dilihat dari berbagai manfaat yang telah diketahui, tanaman kelor dapat dikembangkan menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi yang mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Pembuatan produk dengan bahan dasar kelor cukup berpotensi karena selain mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi, tanaman kelor juga mudah ditemukan dan di tanam tanpa pemeliharaan yang intensif.
Sedangkan talas sendiri banyak tumbuh di pekarangan warga karang leman. Talas merupakan salah satu sumber karbohidrat yang termasuk dalam umbi-umbian. Adapun kandungan gizi yang terdapat pada talas diantaranya Vitamin C, Vitamin E, Vitamin B6, dan Betakaroten. Tanaman talas yang saat ini sering dipandang sebelah mata ternyata memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Adapun manfaat dari talas sendiri yaitu sebagai sumber energi, sehat untuk jantung, membantu tekanan darah, mengatasi kelelahan, baik untuk pencernaan.

Asal Usul Desa Karang Leman



Dahulu sebelum menjadi desa dan dihuni oleh penduduk wilayah ini juga masih berupa hutan belantara yang lebat dan rimbun, tidak bisa dibedakan antara yang berupa sawah, ladang atau perkampungan yang terlihat hanya hutan rimba. Tetapi calon daerah persawahan bisa dilihat sepintas yaitu pohon-pohon yang tumbuh dIdaerah yang rendah bisa hidup subur karena setelah berdiri kerajaan di sekitar wilayah ini (yang sekarang disebut Desa Bancang dan Desa Pacangan).
Wilayah ini mulai dibabat untuk dijadikan perkampungan atau persawahan, mula-mula yang di jadikan untuk perkampungan hanya sebagian saja, karena pesatnya pertumbuhan penduduk sehingga makin lama semua wilayah ini dibabat semuanya baik untuk pemukiman maupun untuk persawahan, sampai disini wilayah ini belum ada namanya

 Suatu ketika desa ini mengadakan hajatan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Kuasa karena wilayah ini akan memetik panen raya karena semua tanaman pertanian hidup subur dan melimpah ruah.
Dengan dilaksanakannya hajatan ini salah satu penduduk mengusulkan kepada para sesepuh yang datang untuk mengikuti hajatan tersebut agar wilayah ini diberi nama agar semua orang pada mengetahui dan bisa menyebut nama wilayah ini, akhirnya para sesepuh tadi berunding bersama-sama setelah ada kata sepakat maka mereka memberi nama wilayah ini menjadi Desa Karang Leman karena desa ini yang dijadikan pemukiman terdiri dari lima lokasi yang masing-masing lokasi dibatasi oleh sawah, yang asal katanya karangan daerah pemukiman yang jumlahnya lima sampai sekarang.

Sumber : Pembakuan Nama Rupa Bumi Kabupaten bangkalan Tahun 2012

Mengenal Lebih Dekat dengan Rumah Tobu





Rumah ini merupakan contoh salah satu rumah yang masih tradisional masih tedapat ukiran-ukiran pada pintu dan pegangan rumah yang tebuat dari kayu. Masyarakat Madura di kenal sebagai masyarakat yang menjungjung tinggi tali kekerabatan. Simbol-simbol yang mendukung hal ini, bisa di lihat dari rumah adat yang sebagian besar masih terpelihara dengan rapi di berbagai pelosok di Madura, seperti yang terdapat di desa Karang Leman Tragah Bangkalan Madura. Halaman panjang atau yang terkenal dengan sebutan Tanian Lanjang adalah bukti kekerabatan masyarakat Madura.
Tanean Lanjeng terbentuk karena sejumlah rumah di tata berjejeran dengan rumah induk yang berada di tengah-tengah.Rumah induk ini biasanya, di tandai dengan jengger ayam di atapnya. Rumah induk, ditempati orang tertua pada keluarga tersebut. Orang tertua ini kemudian di sebut kepala somah. Ibarat raja kecil, kepala somahlah yang menguasai semua kebijakan keluarga, terutama menyangkut masalah perkawinan.


Rumah adat Madura, hanya memiliki satu pintu di depan. Hal ini dimaksudkan, agar pemilik rumah, dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu ini dihiasi ukiran-ukiran asli Madura, dengan warna hijau dan merah, lambang kesetiaan dan perjuangan. Sebuah lukisan bunga, juga tampak menghiasi dinding depan rumah. Lukisan ini, menggambarkan keharmonisan keluarga, sebuah impian rumah masa depan yang bahagia.
Di samping kanan dan kiri rumah induk, di bangun rumah untuk anak-anaknya. Anak tertua, menempati rumah sebelah kanan. Sedangkan yantg lain, menempati rumah sebelah kiri. Biasanya, rumah induk, di tandai dengan hiasan 2 cengger ayam yang ada di atas atap, dengan posisi berhadapan, mirip batu nisan sebuah makam. Hiasan ini mengingatkan penghuni rumah pada kematian, yang pasti di jalani oleh setiap mahluk hidup. Di bagian dalam rumah, berdiri 4 buah pilar penyanggah yang tampak kokoh. Pilar-pilar ini, terhubung satu dengan lainnya, sehingga membentuk sebuah bujur sangkar. Pilar-pilar ini, kemudian di sebut dengan pilar pasarean. 
Sejumlah perabotan keluarga, juga masih tampak terpelihara di bagian dalam rumah ini. Di antaranya, sebuah bayang besar, terbuat dari kayu jati dengan ujung sebelah kiri lebih tinggi, yang berfungsi mengganjal kepala, agar bisa ber-isitirhat, melepas kepenatan tubuh. Tampak pula sebuah tombak tradisional Madura yang masih terpelihara dengan baik. Tombak ini merupakan senjata tradisionil Madura, dalam mempertahankan ke utuhan keluarga.Setiap rumah juga di lengkapi dengan sebuah surau. Surau ini, disamping berfungsi sebagai tempat sholat, juga menjadi tempat bagi Kepala Somah, untuk memantau orang-orang yang keluar masuk halamannya. Orang Madura menyebut surau ini dengan langgar.

Peta dan Letak Geografis Desa Karang Leman



 
Desa Karang Leman terletak di 112,831170  Bujur Timur sampai 07,095420 Lintang Selatan. Luas Wilayah Sebesar 2,85 Km2 dan itu merupakan 7,41% dari luas Kecamatan Tragah, Jarak Desa ke Kecamatan sejauh 1 Km. Sedangkan Luas Wilayah Menurut Jenis Penggunaan Tanah yaitu 285,14 Ha, yang dibagi menjadi sawah sebesar 217,54 Ha, tegalan sebesar 33,2 Ha, bang./pe-karangan sebesar 33,2 Ha, dan lain-lain sebesar 1,2 Ha.
 

 Desa Karag Leman di bagi menjadi 4 Dusun yaitu, Dusun Tambin Barat, Dusun Deliran, Dusun Karang Leman, dan Dusun Karang Leman Tragah, yang di tunjukkan peta di atas. Wilayah dusun terbesar merupakan Dusun Deliran sedangkan wilayah yang palig kecil adalah Dusun Karang Leman Tragah. 
Akses menuju kecamatan yang sangat dekat membuat mudah masyarakat Desa Karang Leman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hampir semua kantor kecamatan terletak di Desa karang Leman, seperti, kantor KUA, Puskesmas, Polsek, SMP 1 Tragah, dan juga Lapangan Kecamatan.

Susunan Kader PKK Desa Karang Leman


DAFTAR SUSUNAN KADER PKK
DESA KARANG LEMAN
TRAGAH BANGKALAN MADURA







NO
NAMA
JABATAN
1
SITI ROHMAH
KETUA
2
SITI RAHMAWATI
SEKRETARIS
3
LULUK ANTIKA SARI
BENDAHARA
4
DEWI KHODIJAH
POKJA I (Kegamaan)
5
NUR HAYATI
POKJA I (Kegamaan)
6
RASIYA
POKJA I (Kegamaan)
7
NURUL QOMARIA
POKJA I (Kegamaan)
8
SILAMI
POKJA I (Kegamaan)
9
LIA SAHARA
POKJA II (Pendidikan)
10
SEHROH
POKJA II (Pendidikan)
11
FARIDA
POKJA II (Pendidikan)
12
HINDUN
POKJA II (Pendidikan)
13
NUR DIANA
POKJA II (Pendidikan)
14
SANTI
POKJA III (Tata Boga)
15
SULIATI
POKJA III (Tata Boga)
16
KHOTIJAH
POKJA III (Tata Boga)
17
ROSIDA
POKJA III (Tata Boga)
18
SUTIMAH
POKJA III (Tata Boga)
19
MUAFIA
POKJA IV (Kesehatan)
20
SITI MAULINA
POKJA IV (Kesehatan)
21
SEINIYEH
POKJA IV (Kesehatan)
22
ROBIATUL A.
POKJA IV (Kesehatan)
23
TOWIYEH
POKJA IV (Kesehatan)